CCTV+: Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di DAS Lancang-Mekong Digelar di Hanoi, Vietnam

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 16 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lancang–Mekong digelar di Hanoi, Vietnam, pada 21–24 September 2026. Kegiatan ini diadakan oleh Institute of Plant Protection (IPP), bagian dari Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS), bersama Vietnam National University of Agriculture (VNUA) dan Guangxi Academy of Agricultural Sciences. Sekitar 50 pakar dan tenaga teknis dari universitas serta lembaga penelitian di Tiongkok dan Vietnam mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.


Perwakilan Tiongkok dan Vietnam menilai negara-negara di DAS Lancang–Mekong memiliki keterkaitan geografis, kondisi ekologi, dan komoditas pertanian utama. Karena itu, negara-negara tersebut menghadapi tantangan yang sama dalam menangani penyakit tanaman dan serangan hama yang melintasi batas negara. Kedua pihak sepakat mempercepat proyek percontohan dan penerapan teknologi ramah lingkungan dari Tiongkok untuk pengendalian hama serta penyakit tanaman, memperkuat kapasitas ketahanan pangan di negara-negara setempat, dan mengembangkan solusi praktis yang tepat untuk mengatasi penyakit serta hama utama tanaman jagung di Vietnam. Lokakarya ini juga membahas perkembangan kerja sama internasional antara kedua pihak, teknologi deteksi dan pemantauan hama serta penyakit utama jagung, penerapan teknologi pengendalian ramah lingkungan beserta produk terkait, dan peluang kerja sama ke depan.

Baca Juga :  Supira Medical Mengumumkan Izin FDA Atas SUPPORT II Pivotal Trial Untuk Kemajuan Syok Kardiogenik, Dan Penunjukan D. Keith Grossman Sebagai Anggota Dewan Direksi

Dalam rangkaian lokakarya, peserta mengunjungi lahan percontohan yang menerapkan teknologi pengendalian ramah lingkungan untuk mengatasi penyakit dan hama utama pada jagung dan padi. Mereka mengamati penerapan teknologi di lapangan sekaligus bertukar pengalaman teknis. Pakar Tiongkok memperagakan teknologi pemantauan dan peringatan dini hama serta penyakit, termasuk deteksi virus secara cepat dan pemantauan serangga dengan menggunakan feromon. Mereka juga menunjukkan penerapan teknologi pengendalian hayati, antara lain penggunaan formulasi butiran Bacillus thuringiensis (Bt) dan pengendalian perkawinan serangga melalui feromon. Selain itu, para pakar memperkenalkan teknologi baru yang menjaga kesehatan tanaman, termasuk metode pemicu respons imun tanaman guna meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Mereka juga memaparkan solusi perlindungan tanaman terpadu yang ramah lingkungan melalui kombinasi pupuk, pestisida, dan peralatan aplikasi pestisida berdaya guna tinggi. Tiga perusahaan—Guangxi Tianyuan Biochemistry Co., Ltd., Pherobio Technology Co., Ltd., dan Beijing Green Agricultural Science and Technology Group Co., Ltd.—turut mendukung kegiatan tersebut. Mereka mengikuti pertukaran teknis sekaligus memamerkan hasil penelitian dan produk terkait. Delegasi Tiongkok juga menyerahkan produk pengendalian hama yang ramah lingkungan kepada pihak Vietnam, termasuk produk berbasis feromon serangga dan biopestisida berbahan Bt, serta peralatan aplikasi pestisida. Para peserta dari Vietnam menunjukkan minat besar terhadap teknologi dan produk tersebut. Mereka aktif berdiskusi dan bertukar pengetahuan selama sesi demo berlangsung.

Baca Juga :  Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari

Lokakarya ini menjadi langkah konkret IPP di bawah naungan CAAS untuk mendorong pelaksanaan proyek yang didukung Asia Cooperation Fund. Kegiatan tersebut juga memperkuat kerja sama sains dan teknologi Tiongkok–Vietnam di bidang perlindungan tanaman, serta meningkatkan kapasitas regional dalam mencegah, memantau, dan mengendalikan penyakit serta hama utama jagung secara terkoordinasi. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan, keamanan hayati, dan keamanan ekologi di kawasan Lancang–Mekong, serta menjadi model baru dalam kerja sama sains dan teknologi pertanian dalam kerangka Belt and Road Initiative. Ke depan, kedua pihak akan terus mendorong penerapan teknologi perlindungan tanaman unggulan di tingkat internasional agar semakin banyak negara di kawasan Lancang–Mekong dapat memanfaatkan hasil riset pertanian dan inovasi teknologi yang telah teruji, serta dapat diterapkan secara praktis.

Berita Terkait

WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
The Nuclear Company Umumkan Prosperity One, sebuah Kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 6,6 Gigawatt di Lewis County, Kentucky
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:00 WIB

WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:30 WIB

DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:18 WIB

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB