New Asia Forum Bidik Investasi US$30 Miliar untuk “New Asia” Lewat Edisi Perdana di Bali

- Penulis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdasarkan Arahan Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia

JAKARTA, Indonesia, 10 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Platform global baru yang menarik investasi, menghimpun modal, dan menjalin kemitraan ekonomi akan diluncurkan pada 3–4 Desember di Bali, Indonesia. Dalam edisi perdananya, New Asia Forum menargetkan investasi sebesar US$30 miliar untuk "New Asia". Ajang ini akan mempertemukan modal jangka panjang dengan berbagai peluang yang turut membentuk arah perkembangan Asia dalam satu dekade mendatang.

Didukung Danantara Indonesia (lembaga pengelola kekayaan negara), serta diselenggarakan oleh Richard Attias & Associates, New Asia Forum hadir ingin menjadi gerbang global menuju "New Asia". Ajang ini akan mempertemukan modal jangka panjang dengan proyek, kemitraan, dan para pembuat kebijakan yang dapat menerjemahkan visi menjadi investasi.

Pusat gravitasi ekonomi dunia tengah bergeser. Perekonomian generasi baru tumbuh di Asia, ditandai dengan konektivitas yang semakin kuat, ambisi teknologi yang besar, orientasi investasi, serta kapasitas untuk membiayai pertumbuhannya sendiri. Asia Pasifik kini menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi global (IMF, 2025). Namun, aliran modal internasional jangka panjang ke Asia Pasifik masih jauh lebih kecil dibandingkan kontribusinya terhadap pertumbuhan global. Untuk itu, New Asia Forum hadir untuk mempersempit kesenjangan tersebut.

Baca Juga :  Changhong Gandeng Ikon Pop Indonesia Rossa untuk Memperkuat Jangkauan di Pasar Indonesia

Berbeda dari konferensi biasa, New Asia Forum dirancang dengan mengutamakan kesiapan transaksi, penyaluran modal, dan realisasi proyek. Target investasi US$30 miliar akan dikejar melalui portofolio peluang investasi terpilih yang telah siap direalisasikan. Kepala negara, menteri, investor institusional negara, dan CEO perusahaan global akan melakukan proses uji tuntas hingga menghasilkan komitmen investasi yang ditandatangani di delapan sektor strategis:

  1. Sumber Daya Strategis dan Hilirisasi 2. Energi dan Ketenagalistrikan 3. Mobilitas dan Manufaktur Mutakhir 4. Infrastruktur Digital dan AI 5. Pangan dan Agribisnis 6. Perdagangan dan Konektivitas 7. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 8. Pendidikan dan Sumber Daya Manusia

New Asia Forum akan memantau komitmen serta perkembangan investasi dari satu edisi ke edisi berikutnya untuk membangun platform berkelanjutan yang mengedepankan akuntabilitas, kemitraan, dan investasi.

Rosan Roeslani, Chief Executive Officer, Danantara Indonesia, dan Menteri Investasi Republik Indonesia, mengatakan, "New Asia Forum mempertemukan modal global jangka panjang dengan berbagai peluang yang tumbuh di Indonesia dan kawasan sekitarnya. Sebagai investor negara Indonesia sekaligus mitra pendiri Forum, Danantara Indonesia mengajak para mitra untuk menangkap peluang tersebut dan menciptakan nilai tambah jangka panjang. Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia hadir di panggung global dengan keyakinan, ambisi, dan semangat kolaborasi."

Baca Juga :  Prodigy Technovations Hadirkan Exerciser dan Analyzer Protokol UFS 5.0 Pertama di Industri untuk Mendorong Era Penyimpanan Berbasis AI

"Selama beberapa dekade, Asia lebih banyak dipandang sebagai tujuan modal global. Pandangan tersebut kini mulai berubah," kata Richard Attias, Founder & Chairman, Richard Attias & Associates. "’New Asia’ tidak hanya menjadi tujuan modal. Kawasan ini juga semakin mampu menciptakan dan mengarahkan modal, serta menentukan aliran modal untuk menghasilkan dampak terbesar. Kita sedang memasuki salah satu siklus investasi yang paling penting, dan Asia berada di pusatnya."

Edisi perdana New Asia Forum akan digelar secara eksklusif melalui undangan, serta menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin, lebih dari 100 pembicara, serta lebih dari 40 sesi selama dua hari.

Berita Terkait

Envision Terapkan SAFc untuk Pertama Kalinya di Luar Negeri dalam Ajang Global Citizen NOW, Dukung Penurunan Emisi CO₂ Setara 10 Ton
Tin Men Capital Pimpin Pendanaan Seri A US$7,4 Juta untuk Usaha Rintisan Ailytics yang Bergerak di Bidang “Vision AI”, Bidik Ekspansi ke Asia Pasifik, AS, dan Kawasan Teluk
Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra
Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca
Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai
Jiahui Buka Pusat Terapi Sel Internasional, Perluas Akses Pengobatan CAR-T secara Global
Envision Energy Hadirkan Sistem Energi Baru Berbasis AI untuk Industri Tambang dan Pengolahan Logam
Pijar Foundation dan The Rockefeller Foundation Meluncurkan Asia Leaders’ Circle bagi Generasi Pemimpin Masa Depan di Asia Tenggara
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Envision Terapkan SAFc untuk Pertama Kalinya di Luar Negeri dalam Ajang Global Citizen NOW, Dukung Penurunan Emisi CO₂ Setara 10 Ton

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Tin Men Capital Pimpin Pendanaan Seri A US$7,4 Juta untuk Usaha Rintisan Ailytics yang Bergerak di Bidang “Vision AI”, Bidik Ekspansi ke Asia Pasifik, AS, dan Kawasan Teluk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai

Berita Terbaru