Shanxi Gelar Dialog Global tentang Pelestarian Warisan Budaya

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JINZHONG, Tiongkok, 24 Juli 2026 /PRNewswire/ — Artikel berita dari China Daily

Guests on the “Discovering Shanxi’s Ancient Chinese Architecture” tour practice the Tang-style hand-over-chest salute at Foguang Temple in Xinzhou.
Guests on the “Discovering Shanxi’s Ancient Chinese Architecture” tour practice the Tang-style hand-over-chest salute at Foguang Temple in Xinzhou.

Mengusung tema "Unity for Prosperity, Heritage for Eternity", Pekan Pelestarian Warisan Budaya Sedunia 2026 resmi ditutup pada Selasa lalu di Kota Tua Yuci, Jinzhong, Provinsi Shanxi. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog dan pertukaran budaya di tingkat global.

Acara ini mempertemukan para duta besar, akademisi internasional, pakar pelestarian warisan budaya, serta kreator muda dari berbagai negara guna mendorong komunikasi dan kolaborasi lintasbudaya.

Rangkaian kegiatan meliputi sesi pembukaan, pertunjukan light sculpture, pengalaman interaktif warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage/ICH), serta tiga forum diskusi tematik. Agenda pembahasannya mencakup tantangan pelestarian warisan budaya di tengah globalisasi dan transformasi digital, peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, serta berbagai pendekatan inovatif untuk memperluas promosi budaya lintasnegara.

Shanxi dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan warisan budaya paling lengkap di Tiongkok. Wilayah ini memiliki tiga bangunan kayu peninggalan Dinasti Tang (618–907) yang masih bertahan hingga kini, 518 bangunan kayu kuno yang berasal dari Dinasti Yuan (1271–1368) maupun dinasti-dinasti sebelumnya, serta 531 situs cagar budaya utama tingkat nasional.

Baca Juga :  Envision Energy Gandeng Impact Electrons Siam, Bangun Sistem Energi Masa Depan Terbesar di Asia Tenggara di Laos

Dalam sambutannya pada sesi pembukaan, Md. Nazmul Islam, Duta Besar Bangladesh untuk Tiongkok, menyebut Shanxi sebagai salah satu tempat lahirnya peradaban Tiongkok. Menurutnya, situs bersejarah seperti Gua Yungang bukan hanya menjadi warisan budaya Tiongkok, namun juga warisan spiritual yang dimiliki seluruh umat manusia.

Pandangan senada disampaikan Evandro Menezes de Carvalho, Guru Besar Ilmu Hukum Internasional di Fluminense Federal University, Brasil. Ia menilai kuil-kuil kuno, desa-desa tradisional, serta pagoda kayu yang telah berdiri selama ribuan tahun menjadi saksi perjalanan panjang peradaban. Sementara itu, tradisi budaya yang masih lestari hingga kini tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Sebagai program pendukung utama, penyelenggara juga menggelar tur "Discovering Shanxi’s Ancient Chinese Architecture – A Visual Journey Through Cultural Heritage". Tur ini mengajak peserta menelusuri kembali penemuan bersejarah arsitektur kayu Dinasti Tang oleh para ilmuwan Tiongkok pada 1937.

Baca Juga :  Blokees Tampil Perdana di Thailand Toy Expo 2026, Pamerkan Berbagai Produk

Peserta mengikuti jejak sejarah melalui berbagai peninggalan yang masih terpelihara, seperti pilar batu Dinasti Tang, mural di bagian dalam bangunan, hingga prasasti pada balok penyangga. Seluruh bukti tersebut digunakan untuk merekonstruksi salah satu tonggak penting dalam sejarah arkeologi arsitektur Tiongkok.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi salah satu daya tarik acara tersebut. Di Pagoda Kayu Yingxian, misalnya, pengunjung dapat menjelajahi bangunan bersejarah tersebut secara virtual melalui pameran digital imersif. Melalui pengalaman ini, pengunjung mengamati dari dekat konstruksi dougong, yakni sistem sambungan balok kayu tradisional tanpa paku, serta patung-patung berwarna peninggalan Dinasti Liao (916–1125) yang masih terawat dengan baik.

Mian Abrar Hussain, jurnalis senior Pakistan Today, menilai pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) dan berbagai perangkat digital imersif menjadikan Tiongkok pelopor model pelestarian dan penyajian warisan budaya yang dapat diterapkan di berbagai negara. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi referensi berharga bagi komunitas internasional dalam mengembangkan pelestarian warisan budaya.

Berita Terkait

Fair Finance Asia Desak Perbankan Hentikan Pendanaan untuk Sektor Batu Bara di ASEAN
Shueisha Perluas Jangkauan Global melalui MANGA MILLION, Platform Manga yang Tersedia dalam 100 Bahasa
Haier Gandeng AO 1 Point Slam, Buka Peluang bagi Petenis Komunitas Tampil di Ajang Grand Slam
SUS ENVIRONMENT Raih Dua Proyek WtE di Indonesia, Percepat Ekspansi Global
UOB Perkuat Bisnis Wealth Management melalui Kemitraan Distribusi Strategis dengan Allianz Global Investors
Mitrade Raih Gelar “AI Broker of the Year 2026”, Hadirkan MitradeGPT Versi Terbaru di Asia
UNISOC Lyric Audio: Mengubah Pengalaman Mendengarkan Audio
Hard Rock Cafe dan Coca-Cola® Meluncurkan Kompetisi Musik Hard Rock Rising untuk Musisi Pendatang Baru
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Fair Finance Asia Desak Perbankan Hentikan Pendanaan untuk Sektor Batu Bara di ASEAN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Shueisha Perluas Jangkauan Global melalui MANGA MILLION, Platform Manga yang Tersedia dalam 100 Bahasa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Haier Gandeng AO 1 Point Slam, Buka Peluang bagi Petenis Komunitas Tampil di Ajang Grand Slam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:08 WIB

SUS ENVIRONMENT Raih Dua Proyek WtE di Indonesia, Percepat Ekspansi Global

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:39 WIB

UOB Perkuat Bisnis Wealth Management melalui Kemitraan Distribusi Strategis dengan Allianz Global Investors

Berita Terbaru